← Back

Product Operation & Management

Kumpulan pengalaman nyata di bidang Product Operation & Product Management — dari mengorkestrasi delivery lintas fungsi dan kerangka tata kelola IT, hingga membangun sistem pelacakan kualitas produk yang diskalakan di organisasi teknologi yang berkembang pesat.

📌 Catatan: Semua gambar pada halaman ini hanya ilustrasi — bukan tangkapan layar dari dashboard atau arsitektur nyata. Semoga masih mewakili apa yang sudah saya buat.

Use Cases

Sistem Delivery Produk Lintas Fungsi di Skala Besar

Sebagai Head of Product & Data Operations di sebuah perusahaan agritech, saya memimpin transformasi proses delivery produk yang awalnya reaktif dan tidak terstruktur menjadi sebuah sistem lintas fungsi berbasis OKR — menyelaraskan tim engineering, data, QA, dan operasional dalam siklus sprint yang terukur dengan visibility penuh ke stakeholder bisnis.

📊 Impact

  • Prediktabilitas delivery meningkat dari ~40% menjadi 85%+ sprint commitment terpenuhi
  • Keselarasan produk-bisnis meningkat signifikan melalui visibilitas OKR
  • Kegagalan integrasi lintas tim pada saat rilis turun 60%
  • Tech debt backlog menjadi visible dan diprioritaskan setiap kuarter
  • Proses change request formal mengurangi scope creep dari stakeholder bisnis

🧩 Approach & Tools

JIRA, Confluence, OKR Framework, Slack, Google Workspace, Sprint Planning & Retrospective Methodology

⚡ Problem Statement

  • Tidak ada framework delivery produk yang terstruktur — sprint bersifat reaktif, bukan terencana
  • Banyak stakeholder dengan prioritas yang bertentangan, tanpa single source of truth untuk roadmap
  • Tim engineering/data/QA bekerja dalam silo, menyebabkan kegagalan integrasi saat rilis
  • Dampak bisnis dari tech debt tidak dilacak atau dikomunikasikan ke leadership
  • Tidak ada dependency mapping antar tim, menyebabkan bottleneck yang tidak terdeteksi

🧠 Solution Overview

  • Implementasi framework roadmap berbasis OKR yang menghubungkan tujuan bisnis ke deliverable produk
  • Memperkenalkan siklus sprint terstruktur (2 minggu) dengan perencanaan, review, dan retrospektif
  • Membangun sinkronisasi delivery lintas fungsi mingguan antara engineering, data, QA, dan ops
  • Membuat dashboard business impact tracking untuk progress OKR produk
  • Tata kelola tech debt kuartalan bersama engineering dan tim data

🏗️ Framework Structure

  1. Roadmap Layer: framework OKR → breakdown inisiatif → sprint planning dengan acceptance criteria eksplisit
  2. Delivery Layer: siklus sprint 2 minggu dengan definition of done yang jelas dan sign-off QA
  3. Stakeholder Management: product review bi-weekly dengan business unit + jalur eskalasi yang jelas
  4. Dependency Mapping: visualisasi dependency antar tim untuk deteksi bottleneck lebih awal
  5. Tech Debt Governance: quarterly tech health review dengan engineering + tim data

🔥 Challenges & Solutions

  • Resistensi terhadap perubahan proses dari tim engineering yang bergerak cepat — diatasi dengan adopsi bertahap dan quick win yang nyata
  • Scope creep dari stakeholder bisnis — diperkenalkan proses formal change request dengan impact assessment
  • Misalignment jadwal antara data/engineering dan ekspektasi bisnis — dibuat dependency mapping dan buffer planning

Implementasi Framework Tata Kelola IT & QA

Sebagai Head of IT Governance & QA di sebuah perusahaan agritech, saya membangun framework tata kelola dan quality assurance komprehensif dari nol — menetapkan kebijakan data governance, standar QA, dan manajemen rilis yang menskalakan organisasi engineering tanpa mengorbankan kecepatan delivery.

📊 Impact

  • Insiden produksi dari rilis yang tidak terencana berkurang 70%
  • Adopsi data governance di 3+ tim produk dalam 6 bulan
  • Coverage QA untuk alur produk kritis mencapai 80%+ dari hampir nol
  • Lulus audit eksternal pertama dengan dokumentasi proses yang komprehensif
  • Release governance menjadi standar operasional baru di seluruh tim engineering

🧩 Approach & Tools

JIRA, Confluence, Zephyr (test management), Data Classification Framework, RACI, Change Management Process, SLA Framework

⚡ Problem Statement

  • Tidak ada proses QA yang terstandarisasi — testing bersifat ad-hoc dengan coverage yang tidak konsisten
  • Kebijakan data governance tidak ada — tidak ada klasifikasi data, ownership, atau standar kontrol akses
  • Release management tidak formal — deployment menyebabkan insiden produksi yang berulang
  • Persyaratan compliance dan audit tidak terpenuhi karena proses yang tidak terdokumentasi
  • Tidak ada SLA framework untuk sistem internal dengan jalur eskalasi yang jelas

🧠 Solution Overview

  • Merancang framework data governance: ownership data, klasifikasi data, kebijakan akses
  • Membangun standar QA: template test case, matriks severity, panduan acceptance criteria
  • Implementasi release governance: checklist rilis, panduan rollback, proses change management
  • Menetapkan SLA framework untuk sistem internal dengan jalur eskalasi bertingkat
  • Membangun audit trail dan log perubahan untuk compliance dan dokumentasi

🏗️ Framework Structure

  1. Governance Layer: matriks klasifikasi data, framework RACI, ownership registry lintas tim produk
  2. QA Layer: manajemen test case (Zephyr/Jira), regression test suite per modul produk, severity matrix
  3. Release Management: staged deployment (dev → staging → prod) dengan mandatory sign-off gate di setiap stage
  4. Audit & Compliance: proses terdokumentasi, change log, persyaratan audit trail untuk kepatuhan eksternal
  5. SLA Framework: definisi SLA per sistem internal dengan alerting dan jalur eskalasi bertingkat

🔥 Challenges & Solutions

  • Membangun governance tanpa memperlambat delivery produk — embedded governance ke dalam workflow yang sudah ada
  • Mendapatkan buy-in dari tim engineering yang tidak familiar dengan governance — diposisikan sebagai enabler, bukan penghambat
  • Mengelola pertumbuhan organisasi yang cepat sambil menjaga konsistensi proses — template yang scalable dibuat

BabyTrack – Platform Pemantauan Kesehatan & Tumbuh Kembang Anak

Sebagai Product Owner sekaligus Full-Stack Developer untuk BabyTrack, saya merancang dan mengeksekusi visi produk end-to-end — mulai dari mendefinisikan modul-modul tracking kesehatan anak, membangun admin panel berbasis role, hingga memperkenalkan roadmap produk dinamis dan traction dashboard untuk visibilitas bisnis. Platform ini berhasil menyatukan 10+ workflow parenting yang selama ini terpisah ke dalam satu pengalaman yang kohesif dan siap production.

📊 Impact

  • Menyatukan 10+ workflow parenting (tracking pertumbuhan, nutrisi, tidur, vaksinasi, milestone) dalam satu platform terpadu
  • Membangun sistem admin berbasis role (admin operasional vs. super admin) dengan audit log dan governance controls
  • Merancang traction dashboard terpisah dari operational dashboard untuk visibilitas bisnis dan pelaporan strategis
  • Implementasi roadmap produk dinamis: feature request management, publish/unpublish, dan reorder backlog
  • Merancang referensi milestone perkembangan anak (5 kategori) dan calorie insight berbasis formula kebutuhan harian

🧩 Approach & Tools

Next.js (App Router), TypeScript, Supabase (Auth, Postgres, RLS), Tailwind CSS, Vercel, SQL Migrations

⚡ Problem Statement

  • Orang tua tidak memiliki satu platform terpadu untuk memantau berbagai aspek tumbuh kembang anak secara bersamaan
  • Data kesehatan anak tersebar di berbagai aplikasi terpisah tanpa koneksi antar modul
  • Tidak ada panel admin yang dapat membedakan akses operasional harian dari kontrol strategis penuh
  • Tidak ada visibilitas traction bisnis untuk pelaporan dan pengambilan keputusan strategis
  • Feature request dan roadmap dikelola secara ad-hoc tanpa sistem yang terstruktur

🧠 Solution Overview

  • Mendefinisikan dan memprioritaskan 10+ modul tracking: pertumbuhan, lingkar kepala, ASI/feeding, tidur, makanan & kalori, vaksinasi, health notes, milestone, MPASI planner, dan unified child timeline
  • Merancang sistem admin dua tingkat: admin operasional untuk aksi harian, super admin untuk akses penuh dan governance
  • Membangun traction dashboard terpisah untuk pelaporan bisnis dan metrik strategis ke stakeholder
  • Implementasi roadmap produk dinamis dengan fitur request management, publish/unpublish, reorder, dan audit log
  • Merancang referensi milestone perkembangan (5 kategori) dan calorie insight berbasis formula kebutuhan kalori harian

🏗️ Framework Structure

  1. Product Vision Layer: roadmap dinamis berbasis prioritas bisnis dengan fitur publish/unpublish dan reorder backlog
  2. Module Layer: 10+ modul tracking anak & ibu yang saling terhubung dalam satu unified child timeline
  3. Admin Layer: role separation (admin vs. super_admin) dengan operational dashboard dan traction dashboard terpisah
  4. Governance Layer: feature request management, audit logs, dan governance controls untuk setiap aksi admin
  5. Intelligence Layer: milestone reference library berbasis usia (5 kategori) + calorie insight berbasis formula kebutuhan harian

🔥 Challenges & Solutions

  • Kompleksitas definisi produk: memutuskan modul mana yang harus dibangun pertama memerlukan prioritisasi berbasis dampak dan kemudahan implementasi
  • Role-based governance tanpa over-engineering: memisahkan akses admin dan super admin tanpa memperlambat workflow operasional harian
  • Balancing user experience dan depth data: membangun platform yang cukup informatif untuk para orang tua tanpa menjadi overwhelming
Untuk kembali ke profil, klik di sini.